Kesimpulan Dari 3 Artikel

Setelah mengunjungi beberapa blog dari tulisan teman. Artikel yang menjadi pilihan untuk diberikan kesimpulan diantaranya yaitu tentang:

  1. Wajib Militer dan Kesadaran Bela Negara. Artikel ini dapat ditarik kesimpulan bahwa adanya wajib militer dan kesadaran untuk membela Negara merupakan landasan sikap dan perilaku pemuda bangsa Indonesia dalam menjaga keutuhan kesatuan Negara Republik Indonesia. Dimana, para pemuda merupakan aset Negara yang sangat penting yang masih memiliki semangat perjuangan tinggi. Tetapi, hal ini tidak untuk dimaksudkan berupa perang saja melainkan dengan cara selalu mempertahankan dan membangun Negara ini dengan semangat meraih ilmu penngetahuan secara luas dan mendalam. Dengan begitu, para pemuda Indonesia dapat memberikan pengabdiannya dengan beragam.
  2. Keterkaitan Profesi di Bidang IT dengan Pancasila. Eratnya keterkaitan profesi di bidang IT khusunya Web Designer menjadikan profesi tersebut sangat beretika dan memegang prinsip kebangsaan yang kuat dalam menjadikan bangsa yang cerdas.
  3. Perkembangan IT di Masa Depan. Perkembangan IT di masa depan sangatlah penting bagi semua manusia di seluruh dunia. Tetapi selain itu, kita juga harus memikirkan dan memberikan solusi atas dampak yang nantinya akan ditimbulkan oleh teknologi itu sendiri. Apabila dampak tersebut segera dapat teratasi dengan baik maka, kitapun akan terus meraskan hidup di bumi ini dengan nyaman dan tentram.

Keterkaitan Web Operator dengan Pancasila

Serangkaian keterkaitan antara profesi di bidang IT dengan pancasila tentunya sangat menggambarkan apakah profesi itu telah benar dan tidak bertentangan dengan ideologi pancasila atau malah sebaliknya?. Penulis memilih profesi Web Operator untuk mengetahui keterkaitan dengan ideologi pancasila yang telah terjabar selama bertahun-tahun di Negara Indonesia ini.

Web Operator ataupun seorang Web site operator berlaku seperti layaknya administrator Web yang dapat merubah ataupun merekonfigurasi sebuah Web site. Web Operator juga dapat memasang access permission dan enable logging. Web Operator tidak memerlukan permitted pada siapapun untuk mengubah Web site itu sendiri, mengkonfigurasikan username dan password, membuat virtual directories ataupun mengubah path.

Dengan adanya sedikit pemaparan tentang Web Operator, kita bisa berstatement bahwa ternyata seorang yang berprofesi di bidang itu mendapatkan keleluasaan dalam merekonfigurasikan sebuah Web site, dimana hal ini sangat berpengaruh dalam keleluasaan masyarakat dalam mengakses berbagai informasi yang terdapat di Internet secara on-line. Profesi ini memiliki keterkaitan dengan pancasila diantaranya yaitu:

  1. Ketuhanan YME. Dengan adanya konsep sila pertama ini, siapapun tidak akan melakukan berbagai hal diluar norma agama. Khususnya teruntuk seorang Web Operator yang tidak selayaknya memberikan secara mudah kepada seseorang untuk mengakses situs-situs “dewasa”.
  2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Tidak adanya sikap dalam diri pada sila kedua ini, akan mengakibatkan ketidakpedulian terhadap sesama. Web Operator akan tidak bertentangan dengan sila kedua ini apabila, ia mampu menumbuhkan rasa kemanusiaan untuk memberikan syarat  yang harus dipenuhi dalam mengakses situs-situs tertentu. Dengan begitu, secara tidak langsung ia memikirkan jauh ke depan tentang nasib bangsanya sendiri untuk tidak terkontaminasi hal-hal yang belum saatnya diketahui.
  3. Persatuan Indonesia. Rasa persatuan akan tercipta dengan baik melalui teknologi Informasi itu sendiri dan Web Operator dapat menjadi jembatan penghubung apabila, sila pertama dan kedua telah terpenuhi dengan baik.
  4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan. Web Operator akan memenuhi sila keempat apabila, ia telah benar menjalankan peraturan yang telah dibuat oleh pemerintah tanpa menyalahi norma.
  5. Keadilan Sosial Bagi Rakyat Indonesia. Dengan apa yang telah dijabarkan sebelumnya terutama di sila pertama dan kedua, Web Operator telah menunjukan sikap adil terhadap pencari informasi secara on-line.

Peran Mahasiswa Dalam Meningkatkan Wawasan Kebangsaan

Wawasan kebangsaan merupakan satu hal yang penting dalam meningkatkan sifat nasionalis dalam berbangsa dan berwarganegara. Mahasiswa memegang peranan penting untuk mengembangkan dan memajukan bangsa ini seperti, berani bermimpi untuk melanjutkan kemerdekaan dari para pejuang sebelumnya, bertekad memajukan bangsa ini dengan cara memanfaatkan dan megembangkan skill yang ada pada diri masing-masing.

Mengapa peran mahasiswa begitu penting dalam meningkatkan wawasan kebangsaan? Karena, mahasiswa merupakan salah satu aset Negara dan penerus yang nantinya akan menggantikan kedudukan para pejabat menteri dan presiden dalam mengurus dan mengembangkan Negara ini lebih maju lagi. Upaya merajut wawasan berkebangsaan, tentunya mahasiswa akan mengetahui ada satu potensi besar dalam keragaman kaum muda, keragaman bangsa, dan mengenal suku-suku lain apabila mengimplementasikannya dengan mengadakan satu kegiatan yang mampu mengembangkan wawasan tersebut. Beberapa contoh kasus dalam meningkatkan wawasan kebangsaan:

  1. Sederhananya, melalui kegiatan jambore yang diadakan oleh kampus menjadi suatu komunitas generasi muda yang terdidik agar bisa menjadi pilar penyebar semangat cinta Tanah Air, berbudaya unggul, dan berprestasi secara akademik maupun secara kemasyarakatan.
  2. Pelaksanaan karya bakti untuk memajukan lingkungan sekitar yang sekiranya membutuhkan bantuan. Dengan begitu, hal ini secara tidak langsung akan mempererat persatuan antara masyarakat dengan mahasiswa.
  3. Pelaksanaan makrab (malam keakraban) yang mampu menjalin rasa persatuan yang kuat satu dengan yang lainnya. Hal ini akan menumbuhkan solidaritas yang erat antar mahasiswa maupun dengan para dosennya.

Pembenahan Sistem Informasi Nasional

Hmm . . . mungkin agak perlu sedikti bantuan pihak tertentu jika penulis diberikan kepercayaan kepada presiden langsung untuk membenahi Sistem Informasi Nasional, dan Negara menyediakan anggaran awal sebesar 1 triliyun. Tapi, apa salahnya jika sekedar berangan karena mungkin memang adanya keharusan untuk segera membenahi Sistem Informasi Nasional yang ada di Negara kita ini.

Pada dasarnya, untuk membangun dan mengembangkan suatu hal di Indonesia atau dimanapun akan berawal dari sumber daya manusianya itu sendiri, apabila tidak ada pengetahuan yang cukup, respon apalagi support dari mereka maka, akan percuma. Mungkin bisa tidak akan menjadi percuma tetapi, itu berlaku hanya untuk segelintir komunitas saja tentunya. Maka dari itu, dalam menggalakan suatu hal harus secara menyeluruh dan berawal dari manusianya itu sendiri agar, hasilnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat secara merata. Di bawah ini merupakan hal-hal ynag mungkin akan penulis lakukan jika diberi kesempatan untuk membenahi Sisitem Informasi Nasional:

  1. Membangun sarana pendidikan semacam pusat pembelajaran IT untuk meningkatkan pengetahuan dan pendidikan kepada masyarakat luas mengenai hal-hal yang berkenaan tentang begitu banyaknya manfaat yang akan kita peroleh dari pengaplikasian teknologi informasi. Sehingga, masyarakat akan memahami dan menjadikan teknologi informasi menjadi salah satu bagian dari unsur kehidupan yang penting dalam segala kegiatan yang benar memerlukan hal tersebut.
  2. Menyadarkan masyarakat luas tentang perlunya teknologi informasi untuk membantu meringankan segala kegiatan yang dilakukan dengan menggalakan pemakaian teknologi informasi secara meluas sekaligus, untuk mengejar ketertinggalan dengan Negara-Negara maju lainnya.
  3. Mendirikan pusat teknologi informasi dengan setiap jaringannya di tiap daerah yang di dalamnya terdapat Lab komputer yang terkoneksi dengan Internet (atau semacam perpustakaan digital) sebagai pusat informasi dan pengetahuan bagi masyarakat luas dan dari segi sumber daya manusianya, masyarakat yang paham akan IT dapat dipekerjakan untuk mengelola hal tersebut pada setiap daerahnya masing-masing serta, berlomba-lomba mengembangkan kemampuan ITnya untuk terus berkarya dan menghasilkan hal-hal baru dengan begitu, secara tidak langsung memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat dan manfaat bagi semua.

Ulasan Tentang Sistem Informasi Nasional

Sistem Informasi merupakan satu kesatuan data olahan yang terintegrasi dan saling melengkapi yang menghasilkan output baik dan bermanfaat guna memecahkan masalah dan pengambilan keputusan. Berbagai organisasi, individual sekaligus suatu negarapun pada dasarnya menjadikan sistem informasi sebagai alat untuk mengatur operational, menambah pangsa pasar dalam segi perekonomian serta pelayanan yang memberikan kenyamanan kepada masyarakat.

Di Indonesia pada saat ini telah cukup baik menerapkan sistem informasi untuk segala macam keperluannya. Pengembangan teknologipun menjadi satu hal yang penting di dalam penerapan sistem informasi nasional yang maksimal. Oleh karena itu, kemajuan teknologi sangat berpengaruh pada sistem informasi itu sendiri. Selain daripada itu, teknologipun menjadi pendamping pergerakan kemajuan suatu bangsa. Sedangkan di Indonesia sendiri masih dalam tahap pengembangan dan pemerataan penggunaan dari kecanggihan teknologi informasi jadi, sistem informasi nasional akan maksimal berkembang apabila teknologi informasi telah mengalami pemerataan penggunaan di kalangan masyarakat Indonesia.

Profesional IT

Profesional ITProfesional IT merupakan seorang yang tentu saja telah lama bergelut di dunia IT dan memiliki kredibilitas yang tinggi di bidang IT serta memiliki sifat independence yang mampu menghandle segala permasalahan dengan bijak dan hati-hati. Selain itu, memiliki proses dan tahapan secara matang apabila ingin melakukan sesuatu yang nantinya akan menghasilkan sesuatu pula yang baik dan berguna untuk dirinya sendiri maupun orang di sekitarnya.

Jadi, apakah kita sudah menjadi professional IT??

Penilaian Tentang Keberadaan LSP Telematika

Lembaga independen yang terdapat di Indonesia salah satunya yaitu LSP Telematika. Lembaga ini bertugas menyelenggarakan standarisasi kompetensi kerja, mennyiapkan materi uji serta mengakreditasi unit-unit tempat uji kompetensi dan menerbitkan sertifikasi kompetensi bidang Telematika. Karena pengembangan standar kompetensi kerja nasional dan sertifikasi profesi tenaga kerja sangat diperlukan, berkenaan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi serta kebutuhan akan tenaga professional di bidang Telematika maka, pemerintah membentuk lembaga tersebut.

LSP Telematika memiliki materi yang diujikan kepada setiap peserta yang disusun berdasarkan keahlian, pengetauan dan sikap. Ketiga element tersebut kemudian diujikan dalam 5 kompetensi yaitu, Task Skill, Transfer Skill, Task Management Skill, Environment Skill dan Contigency Management Skill. Keberadaan lembaga independen ini menurut penulis merupakan jalan pintas untuk menjadi seorang yang profesional di bidang Telematika serta sedikit memberikan daya saing terhadap lembaga pendidikan formal yang sebelumnya telah lama berdiri. Hal ini seharusnya diberikan batasan-batasan untuk membedakan antara lulusan dari lembaga independen ini dengan lembaga pendidikan formal. Mungkin memang jika bicara soal skill dan keberhasilan harus dipulangkan lagi kepada pribadi masing-masing individu.

Kampanye Kepedulian Terhadap Data (Go Data)

Data adalah catatan atas kumpulan fakta ataupun unit informasi dalam format tertentu. Data dapat berupa angka, teks pada kertas, bit atau byte yang tersimpan pada memori elektronik, atau fakta yang ada pada pikiran manusia. Betapa pentingnya suatu data sebagai bentuk dokumentasi dan sebuah informasi untuk pembuktian sesuatu yang telah dilakukan sebelumnya.

Go Data merupakan gerakan kepedulian terhadap data dimana masyarakat pada umunya diwajibkan untuk memelihara, menjaga dan mengolah data secara baik karena sifat berharganya yang menjadikan data sesuatu yang harus diperhatikan sebagai dokumentasi dari suatu kejadian ataupun hal yang telah terjadi sebelumnya. Hal ini perlu ditingkatkan sehingga, kita sebagai masyarakat dan pribadi yang baik secara tidak langsung menanamkan sifat disiplin, peduli dan tanggung jawab terhadap diri pribadi maupun keberadaan data itu sendiri. So, mulai sekarang mari kita lebih peduli dengan data sekecil apapun.

Just keep it right pals, , , , !!!

Fraud (Kecurangan) Dalam Dunia IT

Suatu hal apabila dikatakan curang ataupun didapati ada kecurangan di dalamnya maka, hal tersebut telah melampaui batas-batas yang telah ditentukan. Dalam hal ini di dunia IT, telah banyak kecurangan yang terjadi salah satunya di Indonesia pada tanggal 8 Juli 2009 yang jatuh sebagai hari pemilihan presiden Indonesia ditemukan oleh Tim Kampanye Nasional (Tim Kamnas) berupa akurasi data di beberapa TPS. Selain itu, software-software yang dibuat dengan berbagai kemungkinan besar yang dapat menguntungkan pihak-pihak tertentu untuk mendapatkan sebuah kemenangan palsu. Hal tersebut sebenarnya dapat dicegah, tinggal bagaimana kita sebagai manusia yang berkeTuhanan dan warga Negara Indonesia khususnya, menyikapi permasalahan tersebut dengan menjaga diri untuk tidak melakukan kecurangan dalam hal apapun.

5 Istilah Populer Dalam IT

1. Black Hole

Black_HoleBlack Hole atau Lubang Hitam ataupun medan gravitasi yang sangat kuat namun merupakan suatu area yang tidak terjangkau dan tidak dapat dilihat oleh mata telanjang. Dalam dunia IT, Black Hole sendiri adalah penelusuran keberadaan user dalam suatu jaringan yang tidak dapat diketahui ataupun terdeteksi oleh user lainnya. Seperti halnya blog ini yang berisikan berbagai artikel maupun pesan akan melalui Black Hole yang tidak dapat dijangkau oleh user lain dan tidak dapat dilacak karena tidak dapat terdeteksi oleh server.

2. Internet

internetInternet yang dimulai dengan huruf besar (“I”) adalah sebuah Public International Network of Networks ataupun sejumlah besar network yang membentuk jaringan inter-koneksi (Inter-connected network) yang terhubung melalui protokol TCP/IP yang sifatnya umum dan dapat digunakan oleh siapa saja serta tidak terbatas pada kelompok orang tertentu saja.

3. World Wide Web (WWW)

Bisa disebut Web saja, yaitu sebuah sistem dimana sebuah informasi dapat berbentuk teks, gambar, suara dan lain-lain yang dipresentasikan dalam bentuk hypertext dan dapat diakses oleh perangkat lunak yang disebut browser. Informasi di Web pada umumnya ditulis dalam format HTML.

4. Wireless Application Protocol (WAP)

WAP berbasis pada standar Internet dan beberapa protokol yang sudah dioptimasi untuk lingkungan wireless dan merupakan hasil kerjasama antar industri untuk membuat sebuah open standard. WAP bekerja dengan kecepatan sekitar 9,6 kbps.

5. General Packet Radio Service (GPRS)

GPRS merupakan salah satu standar komunikasi wireless (nirkabel). Dibandingkan dengan protokol WAP, GPRS memiliki kebihan dalam kecepaatannya yang dapat mencapai 115 kbps dan adanya dukungan aplikasi yang lebih luas, termasuk aplikasi grafis dan multimedia.

« Older entries
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.