Pembajakan merupakan hal yang sudah seringkali kita dengar dan marak terjadi di Indonesia yang sampai saat ini masih terus menjadi bahan pembicaraan yang belum ada solusi atau pemecahan masalah secara konkret dan terselesaikan.
Praktek pembajakan software di Indonesia sangatlah tinggi. Di dalam laporan studi yang diterbitkan oleh International Corporation untuk Business Software Alliance (BSA) dan Software & Information Industry Association (SIIA) Indonesia dinyatakan sebagai negara pembajak software tertinggi urutan ke-3, di bawah Vietnam dan China. Pelanggaran hak cipta atas software ini di Indonesia dilakukan baik oleh dealer maupun pengguna akhir, baik individu maipin korporat.
Software merupakan produk digital yang dengan mudah dapat digandakan, sehingga produk hasil bajakan akan berfungsi sama dengan yang aslinya walaupun memiliki sedikit kelemahan dibandingkan dengan yang aslinya. Berbagai faktor yang mendukung terjadinya praktek pembajakan diantaranya yaitu mahalnya harga lisensi software yang asli dan tentu saja mudahnya proses penggandaan yang kemungkinan besar menggoda para pembajak melakukan aksinya.
Adanya sistem penegakan hukum di Indonesia memang mempunyai dampak baik karena dapat memperbaiki citra ataupun image di mata dunia International. Selain itu, bagi para pelaku industri software sendiri hal ini dapat meningkatkan dan memberikan semangat kepada mereka dalam berkreasi untuk menghasilkan berbagai jenis software yang memiliki daya saing tinggi.
Adapun berbagai gerakan anti pembajakan dan himbauan telah dilakukan, akan tetapi menurut penulis hal tersebut tidak akan berjalan dengan baik karena faktor dominan yang telah tertanam di benak masyarakat yaitu faktor ekonomi yang mempengaruhi dan menjadi dasar atas hal ini. Selain itu, pembajakan akan terus terjadi karena bagaimana mungkin jika para penegak hukum sendiripun pada kenyataanya masih menggunakan software bajakan pula untuk keperluan dinas maupun pribadi mereka masing-masing.
Teknologi Informasi sekarang ini bisa dikatakan menjadi suatu kewajiban atau kebutuhan penting dalam berbagai aspek kehidupan. Setiap perkembangan yang baik tentunya mengalami tahap perubahan ke arah yang positif, begitu juga dengan dunia IT tentunya. Pada saat ini banyak perkembangan yang telah terjadi di dunia IT misalnya dari segi pendidikan, telah digencarkannya akses internet ke sekolah-sekolah yang berlokasi di berbagai desa. Segala macam buku ataupun artikel-artikel yang kita butuhkan sekarangpun telah bersifat elektronik, biasa kita sebut e-book yang dapat diakses dimana saja dan kapan saja sehingga, memudahkan para siswa maupun mahasiswa untuk berlomba-lomba memperbanyak informasi dan pengetahuan atas apa yang dibutuhkannya.
Berbagai harapan setelah lulus menjadi sarjana IT sudah pasti ada banyak pilihan diantaranya, bekerja di perusahaan yang bonafit dan terkemuka ataupun mendirikan suatu perusahaan IT dengan modal yang telah diperkirakan sebelumnya.